PENGAMATAN GIANT SNAKEHEAD DAN POLYPEDATES ATILOPHUS KELOMPOK 5A

PENGAMATAN GIANT SNAKEHEAD DAN POLYPEDATES ATILOPHUS KELOMPOK 5A
PENGAMATAN GIANT SNAKEHEAD DAN POLYPEDATES ATILOPHUS KELOMPOK 5A
1.PISCES
IKAN TOMAN (Giant Snakehead)
Ikan Toman adalah nama sejenis ikan yang termasuk keluarga gabus gabusan (Channidae). Secara fisik ikan ini berpenampilan mirip ikan gabus. Bagian perut ini berwarna putih yang membedakan dengan spesies gabus lain. Dengan ukuran terbesar dapat mencapai 1 meter, menjadikan ikan ini sebagai ikan predator terbesar.
A. Sistem Klasifikasi
-Filum : Chordata
-Subfilum: Vertebrata
-Kelas : Actinopterygii
-Ordo : Perciformes
-Famili : Channidae
-Genus : Channa
-Spesies : Channa micropeltes
B.Sistem Pernapasan
Ikan ini mempunyai alat pernafasan tambahan berupa diverticula yang terdapat dibelakang insang yang berfungsi menghirup langsung oksigen dari udara sehingga dapat bertahan diperairan yang miskin oksigen.
C. Sistem Reproduksi
Ikan toman memiliki sistem reproduksi ovipar (bertelur). Tingkat reproduksi ikan toman pun tergolong sangat cepat. Dalam satu tahun, ikan betina bisa beberapa kali bertelur dan melepaskan puluhan ribu telur.
D. Habitat
Ikan Toman termasuk ikan predator dan merupakan jenis ikan karnivora yang memangsa cacing, katak, anak ikan, udang, ketam, dan lain-lain . Ikan toman biasanya memakan larva serangga, krustasea kecil ataupun ikan kecil lainnya. Ikan toman biasanya akan mencari atau pergi ke lingkungan dengan air yang terlalu asam, asin atau tinggi karbon dioksia seperti sungai, danau dan rawa.
2.AMFIBI
KATAK BERTELINGA (Polypedates Otilophus)
Polypedates otilophus (juga dikenal sebagai katak pohon bertelinga, katak bertelinga Kalimantan atau katak terbang berkepala tulang) adalah spesies katak dalam famili Rhacophoridae. Hewan ini endemik di Kalimantan dan tersebar luas dan ditemukan di Brunei, Indonesia, dan Malaysia, biasanya di dataran rendah namun terkadang setinggi 1.100 m (3.600 kaki) di atas permukaan laut. Katak ini memiliki corak bergaris yang sangat khas sebagai karakter morfologi di bagian kaki belakangnya dan juga memiliki alur bergerigi di bagian atas gendang telinga. Hal tersebut membuat katak ini menjadi katak yang unik karena bagian bergerigi di belakang tympanum berbentuk seperti daun telinga.
A. Sistem Klasifikasi
- Domain: Eukaryota
- Kingdom: Animalia
- Phylum: Chordata
- Class: Amphibia
- Order: Anura
- Family: Rhacophoridae
- Genus: Polypedates
- Species: P.otilophus
B. Sistem Pernapasan
Amphibian merupakan perintis Vertebrata daratan. Paru-paru dan tulang anggota tubuh yang mereka warisi dari nenek moyang krosopterigia memberikan sarana untuk lokomosi dan bernafas di udara. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen langsung kembali ke dalamnya untuk dipompa ke seluruh badan dengan tekanan yang penuh. Sementara percampuran darah yang mengamdung oksigen dengan darah yang kurang mengandung oksigen terjadi dalam ventrikel tunggal. Jantung yang beruang tiga itu agaknya memberikan peningkatan yang berarati dalam efisiensi peredaran dan dengan demikian meningkatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan daratan yang keras dan lebih banyak berubah-ubah.
C. Sistem Reproduksi
Katak betina akan mengeluarkan sel telur, yang sudah dibuahi oleh sel sperma jantan melalui kloaka. Katak dewasa dapat menghasilkan ratusan telur dalam sekali bereproduksi. Sel telur betina yang berhasil dibuahi akan membentuk zigot, yang kemudian akan tumbuh menjadi embrio. Embrio katak memperoleh cadangan makanannya dari dalam telur. Telur katak yang telah menetas akan menghasilkan individu baru, yaitu kecebong yang lama kelamaan akan menjadi berudu. Berudu hidupnya masih di dalam air, dan bernafas menggunakan insang. Berudu ini akan berkembang bermetamorfosis hingga ekornya menghilang, yang kemudian menjadi berudu berkaki dua hingga berkaki empat. Berudu berkaki empat akan menjadi katak muda, katak muda nantinya tumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa akan lebih banyak hidup di darat, karena katak dewasa telah bernafas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Katak dewasa hanya sesekali ke dalam air mencari betinanya, untuk kawin dan bereproduksi kembali.
D. Habitat
Polypedates otilophus biasanya terdapat di habitat sekunder, di tepi hutan primer, dan juga di pedesaan. Mereka paling mudah terlihat di kolam penangkaran yang sesuai dimana ikan dewasa bertengger di vegetasi 1-4 mdiatastanah.
3. REPTIL
IGUANA (Iguana iguana)
Iguana adalah marga kadal yang hidup di daerah tropis Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan kepulauan Karibia. Kadal-kadal ini dideskripsikan pertama kali oleh seorang ahli hewan berkebangsaan Austria, Josephus Nicolaus Laurenti pada tahun 1768. Iguana merupakan hewan reptil yang memiliki panjang tubuh antara 30-40 cm. Tubuh Iguana dipenuhi deretan sisik dan membentuk duri besar pada tubuh bagian atas yang berjejer dari leher hingga ekornya. Warna tubuh iguana cenderung kemerahan dengan ciri khas yaitu memiliki jambul di bawah rahang. Jambul Iguana jantan lebih panjang dibanding jambul betina.
A. Sistem Klasifikasi
- Kelas : Reptilia
- Ordo : Squamata
- Famili : Iguanidae
- Genus : Iguana
- Spesies : Iguana iguana
B. Sistem Pernapasan
Menggunakan Paru-Paru.
C. Sistem reproduksi
Bereproduksi dengan cara bertelur. Kadal besar ini dapat bertelur hingga 20-70 butir per tahunnya. Masa inkubasi berlangsung selama 2-4 bulan. Iguana mencapai kematangan seksual sekitar umur 7 bulan.
D. Habitat
Daerah tropis Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan kepulauan Karibia.
Perilaku: Iguana menyukai bertengger di dahan pohon yang menggantung di atas air. Sehingga jika ada predator, Iguana akan menyelam ke dalam air dan berenang menjauh. Selain itu, Iguana juga hanya turun dari pohon saat memasuki musim kawin, bertelur, atau berganti pohon bertengger. Satwa ini dapat menggunakan ekornya sebagai pertahan diri dari serangan hewan lain dengan cara mengibaskan dan memukul. Seperti jenis kadal lainnya, iguana dapat memutuskan ekornya untuk mengelabuhi musuh dan dapat tumbuh lagi dalam setahun, meskipun tidak sepanjangsebelumnya.
4. AVES
BELIBIS POLOS (Dendrocygna Javanica)
Belibis Polos merupakan burung yang dapat ditemui di Asia Selatan hingga Asia Tenggara, termasuk Sunda Besar dan Nusa Tenggara. Burung ini memiliki fakta unik berupa burung yang jarang sekali terbang, akan tetapi sekalinya terbang ia dapat menempuh jarak yang jauh dengan suara yang berisik. Burung ini biasanya akan mencari makan pada saat malam atau mendekati fajar dan senja. Makanan yang dapat dimakan oleh satwa ini yaitu ikan, katak, cacing, keong, biji-bijan, dan daun muda.
A. Sistem Klasifikasi
- Kingdom : Animalia
- Filum : Chordata
- Kelas : Aves
- Ordo : Anseriformes
- Family : Anatidae
- Genus : Dendrocygna
B. Sistem Pernapasan
Menggunakan Paru-paru.
C. Sistem reproduksi
Belibis Polos berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) pada bulan Februari di Indonesia. Indukan akan membuat sarang di lubang pohon, terkadang di tanagh atau bahkan menggunakan bekas sarang burung lain untuk meletakkan telurnya. Dalam sekali bertelur, burung ini akan menghasilkan7-17butir.
D. Habitat
Burung ini umum dijumpai di berbagai badan air seperti danau, persawahan, waduk, tambak, hingga hutan bakau; khususnya vegetasi rawa yang melimpah serta pepohonan untuk bertengger.
5. MAMALIA
MACAN DAHAN (Neofelis Nebulosa)
Macan dahan adalah salah satu dari sedikit hewan—dan satu dari hanya dua spesies kucing—yang dapat memanjat pohon. Karena habitatnya di hutan, macan dahan memiliki cakar yang besar dan cekatan dengan alas kaki khusus untuk mencengkeram dahan. Tulang pergelangan kaki khusus memungkinkan beragam posisi untuk memanjat, termasuk memanjat pohon dengan kepala lebih dulu. Ciri khas lain dari macan dahan adalah gigi taringnya yang panjang. Gigi taring ini lebih panjang dibandingkan dengan spesies kucing liar lainnya. Ukuran Jantan memiliki berat hingga 50 pon (23 kilogram). Betina jauh lebih kecil, biasanya 25 sampai 35 pon (11 sampai 21 kilogram).
A. Sistem Klasifikasi
- Kingdom: Animalia
- Phylum: Chordata
- Class: Mammalia
- Order: Carnivora
- Family: Felidae
- Genus:Neofelis
- Species: N.nebulosa
B. Sistem Pernapasan
Menggunakan paru-paru.
C. Sistem Reproduksi
Macan Dahan mencapai kematangan seksual sekitar umur 2 tahun. Masa kehamilan adalah antara 85 dan 93 hari dengan satu sampai lima anak (biasanya dua atau tiga) dihasilkan per kelahiran.
D. Habitat
Macan dahan ditemukan dari Nepal, Bangladesh, dan Assam (India timur) melalui Indochina hingga Sumatra dan Kalimantan, dan ke arah timur laut hingga Tiongkok selatan dan dulunya Taiwan. Macan dahan lebih suka hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Namun, mereka juga dapat ditemukan di hutan kering dan hutan sekunder, dan di Kalimantan, mereka dilaporkan hidup di rawa bakau. Mereka bahkan terlihat di kaki pegunungan Himalaya pada ketinggian 9.000 kaki (2.743 meter).
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 5:
1.Sevia Bella Avista(22104080009)
2. Muhammad Ghilman Zakya (22104080022)
3. Riska Aulia Az Zahro (22104080030)
4. Eka Syawalia Windiani(22104080040)
5. Nova Nur Fadhillah(22104080051)
6. Aulia Zuhrotul Badriyah (22104080070)
7. Annisa Zulfa Firdaus (22104080091)
(Anisatul Hidayah)