Pembelajaran Matematika Berbasis Islamic Environmental Ethics (IEE)

Dukumentasi "Webinar Pembelajaran Matematika Berbasis Islamic Environmental Ethics (IEE)"
Pembelajaran matematika berbasis Islamic Environmental ethics (IEE) menjadi tema diskusi dalam Webinar Nasional kolaborasi HMPS PGMI dengan Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ikatan Alumni PGMI serta PD-PGMI Jateng dan DIY pada pekan ke-3, via zoom pada Senin, 20 Juli 2020 pukul 09.00-12.00 WIB.
“Semakin banyak pengaruh global yang masuk, menjadikan budaya luar juga dapat mempengaruhi karakter anak bangsa yang terkadang tidak sesuai dengan syariat agama Islam, Skolah Islam ini dinilai bisa menjadi filter bagi pengaruh budaya luar yang masuk kepada pribadi anak-anak kita,” ungkap Moh. Muadin,M.Pd, kepala sekolah SD INTIS School Yogyakarta, selaku pembicara ketiga dalam webinar, Senin (20/7).
Pembelajaran matematika berbasis islamic environmental ethics ini dianggap mampu menjadi salah satu filter dalam membentengi pengaruh dari luar serta menumbuhkan nilai-nilai islami pada peserta didik. “Strategi dan alat peraga yang menarik, bahan ajar yang cocok serta worksheet meaningful, ditambah lagi dengan pembelajaran berbasis proyek, dapat menjadikan matematika pelajaran yang menyenangkan dan jauh dari kata sulit”. Ujar Luluk Mauluah, M.Si., M.Pd selaku pembicara pertama dalam webinar, Senin (20/7).
Martalita Ardiyaningrum, M.Pd selaku pembicara kedua juga menjelaskan bahwa diperlukan beberapa pengembangan, seperti pembiasaan dan penanaman karakter islami saat pembelajaran khususnya matematika dan pengembangan soal matematika terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
Di tengah kondisi pandemic virus corona (covid-19) seperti saat ini, pembelajaran online pada peserta didik sangat memerlukan adanya pembiasaan yang inovatif guna menjadikan proses pembelajaran matematika semenarik mungkin, yang tentunya tetap terikat pada penanaman nilai nilai keislaman. (Zulfi Idayanti)