Implementasi Pembelajaran Daring di Era New Normal

Webinar Nasional Kolaborasi HMPS PGMI dengan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ikatan Alumni PGMI serta PD-PGMI Jateng dan DIY memasuki sesi ke-7, dengan tema “Implementasi Pembelajaran Daring di Era New Normal” yang dilaksanakan pada Jum’at, 7 Agustus 2020 pukul 09.00-12.00 WIB via Zoom.

Webinar sesi 7 ini menghadirkan 3 narasumber: Dr. Kana Safrina R, M.Si dari Universitas Alma Ata Yogyakarta sebagai narasumber pertama, Anggitiyas Sekarinasih, M.Pd dari IAIN Purwokerto sebagai narasumber kedua, dan Dr. Uswatun Hasanah, M.Pd selaku Kepala SMAN 1 Purwantoro sebagai narasumber ketiga.

Istilah new normal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di seluruh dunia, khususnya Indonesia. New normal merupakan tatanan baru beradaptasi dengan covid-19. Indonesia saat ini telah memasuki era new normal. Meskipun demikian, mayoritas sekolah di Indonesia masih melaksanakan pembelajaran secara daring. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring, alangkah lebih baik peserta didik tetap dalam pengawasan dan pemantauan orang tua.

“Pada masa new normal ini sebagian besar orang sudah kembali ke kegiatan masing-masing atau sudah kembali ke Work From Office (WFO), sementara anak-anak sekolah masih di rumah. Anak sekolah tetap di rumah, sedangkan orang tua di kantor. Jadi, dalam pembelajaran daring ini, orang tua harus bisa memantau, harus bisa memperhatikan, dan juga mengawasi”, ujar Dr. Kana Safrina R, M.Si dalam webinar.

Dr. Uswatun Hasanah, M.Pd sebagai narasumber ketiga dalam webinar kali ini menjelaskan bahwa dalam pembelajaran daring ini, pendidik harus dapat mengikuti perkembangan teknologi. Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran daring, terdapat aplikasi yang dapat mendukung proses pembelajaran daring. Pembelajaran dapat berlangsung melalui bantuan aplikasi non e-learning seperti media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dll), Email, aplikasi percakapan (Whatsapp, telepon, dll), dan layanan Cloud (Google Drive, iCloud, Drop Box,dll). Pelaksanaan pembelajaran daring juga dapat menggunakan aplikasi e-learning seperti menggunakan teknologi browser dapat berupa LMS seperti Moodle, Google Classroom, Edmodo, Microsoft tearms, dll). Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa terdapat tiga prinsip dalam pelaksanaan pembelajaran daring antara lain: mendistribusikan konten pembelajaran, memantau aktivitas peserta didik, dan menjalin interaksi dengan peserta didik.

Berdasarkan hal diatas, pendidik dapat berinovasi dan menuangkan segala kreatifitasnya untuk menjelaskan materi kepada peserta didik, salah satunya dengan membuat video pembelajaran. Setelah membuat video pembelajaran, pendidik dapat membagikannya kepada peserta didik dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi.

“Ini adalah salah satu proses pembelajaran secara daring ataupun blended learning yang paling sederhana yang bisa kita lakukan sebagi guru. Pertama, guru membuat video pembelajaran karena akan lebih menarik atau sangat disarankan guru membuat konten pembelajaran (bahan ajar) itu secara mandiri. Setelah itu, video pembelajaran dapat dibagikan melalui Whatsapp Group. Kedua, guru bisa melakukan feedback dari materi yang sudah diberikan dengan cara video call. Ketiga, melakukan evaluasi dengan cara home visit dalam seminggu dua kali”, demikian disampaikan Anggitiyas Sekarinasih, M.Pd sebagai narasumber kedua.

Berbicara mengenai pembelajaran daring di era new normal, tentu menjadi perhatian para akademis pendidikan. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pendaftar webinar sesi 7 yang mencapai 682 peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. (Tsaqifa Taqiyya Ulfah)