Menjelajahi Ekosistem Satwa Liar Sambil Belajar: Study Langsung Di Gembira Loka

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengadakan sebuah kegiatan study tour ke Kebun Binatang Gembira Loka pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif yang mendalam bagi para mahasiswa dalam memahami satwa liar beserta ekosistemnya. Kegiatan ini dimulai sejak pagi, para mahasiswa dengan penuh semangat untuk mengikuti perjalanan ini, yang ramu sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas pada mata kuliah IPA Dasar MI.

Setibanya di lokasi, mahasiswa menerima arahan dari Ibu Fitri Yuliawati, S.Pd.Si., M.Pd.Si., yang menjelaskan agenda kegiatan observasi selama di kebun binatang. Para mahasiswa telah dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mengoptimalkan pengalaman belajar. Salah satu kelompok, yakni kelompok A6 yang terdiri atas nama “Rahmadia harahap, Nimas asri handayani, Muhamad yusna maulana, Laili fauziah, Aulia rosiana, dan nadia nur’aini” dipandu oleh Nurul Imam, S.Pd., mahasiswa yang bertindak sebagai pendamping observasi. Dengan panduan ini, para mahasiswa dapat memahami berbagai materi yang sebelumnya hanya mereka pelajari di ruang kelas, sambil menumbuhkan minat belajar melalui pengamatan langsung kehidupan satwa di habitat alaminya. Kegiatan ini menjadi momentum yang berharga bagi mahasiswa guna untuk menghubungkan teori dengan praktik di lapangan, menjadikan kunjungan ke Gembira Loka sebagai wahana untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan.

LAPORAN ZOO STUDY ACTIVITIES KELOMPOK A6

  1. IKAN KAPIAT ALBINO (Albino tinfoil-barb)
  1. Sistem klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Actinopterygii

Ordo: Cypriniformes

Famili: Cyprinidae

Genus: Barbonymus

Species: Barbonymus schwanenfeldii

Nama latin: Albino tinfoil barb

  1. Sistem pernafasan

Ikan kalpiat albino memiliki sisitem pernafasan seperti kebanyakan ikan pada umumnya yaitu menggunakan insang. Mengambil air ikan membuka mulutnya dan menelan air, memompa air melewati insang, di dalam insang terdapat banyak pembuluh kapiler yang sangat tipis. Oksigen dalam air akn berdifusi ( berpindah ) melalui didinding kapiler ini masuk ke dalam darah, sementara karbon dioksida dari darah akan berdifusi kedalam air. Setelah pertukaran gas selesai. Air kan dikeluarkan melaui celah oksigen.

  1. Sistem reproduksi

Berkembang biak dengan bertelur (ovipar), dapat menghasilakan telur sekitar 3-7 butir. Telur akan terapung di permukaan air dan akan menetas setelah seminggu.

  1. Cara hipupnya / habitatnya

Habitat alami ikan kabiat albino umumnya ditmukan di perairan tawar di berbagai wilayah di asia tenggara, termasuk Indonesia. Habitat alami ikan ini seperti di sungai, danau, rawa dan kanal. Sebagai ikan omnivora, ikan kapiat albino memiliki pola makan cukup fleksibel memakan molluska, kerang, udang, kepiting dan siput. Ikan kapiat albino memiliki beberapa adaptasi yang memungkinkan hidup seperti sirip yang kuat membantu berenang dan bergerak lincah di dalam air, ind=sang mengambil oksigen dari air dengan baik, dan warna tubuh warana tubuh yang pucat justru bisa menjadi keuntungan di beberapa habitat karena dapat membantu mereka menyamarkan diri dari predator.

  1. KATAK PULCHARA (Phrynella pulchra)
  1. Sistem klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Amphibi

Ordo: katak

Famili: Microhylidae

Genus: Phrynella

Species: Phrynella pulchra

Nama latin: Kalaula pulchara

  1. Sistem pernafasan

Katak pulchara seperti kebanyakan amphibi lainya, memiliki sistem pernafasan yang unik karena dapat beradaptasi dengan air mapun darat. Katak pulchara memiliki dua organ penting kulit, kulit katak selalu lembap dan memiliki banyak pembuluh darah. Oksigen dapat langsung diserap oleh kulit yang basah ini, lalu masuk ke dalam aliran darah. Proses ini disebut pernapasan kulit. Dan paru- paru, Saat katak dewasa, paru-paru digunakan untuk bernapas di udara. Udara masuk melalui lubang hidung, lalu melewati saluran pernapasan dan masuk ke paru-paru. Di dalam paru-paru, terjadi pertukaran gas, di mana oksigen diserap dan karbon dioksida dikeluarkan. Saat masih menjadi kecebong, katak bernapas menggunakan insang luar. Insang ini berfungsi menyerap oksigen dari air. Seiring pertumbuhan, insang luar akan menghilang dan digantikan oleh paru-paru yang mulai berkembang. Pada tahap ini, katak muda mulai bernapas menggunakan baik insang dalam maupun paru-paru. Setelah mengalami metamorfosis, katak dewasa akan bernapas terutama menggunakan paru-paru. Namun, pernapasan kulit tetap berperan penting, terutama saat katak berada di dalam air atau dalam kondisi lembap. Kemampuan katak untuk bernapas dengan kulit dan paru-paru merupakan adaptasi yang sangat baik untuk hidup di dua alam. Hal ini memungkinkan katak untuk mencari makan di darat dan berkembang biak di air.

  1. Sistem reproduksi

Katak ini berkembang biak dengan cara bertelur, sepanjang tahun akan tetapi lebih aktif pada musim hujan, saat berkembang biak, pejantan memanggil betina dengan suara yang khas. Anakan katak akan menyelesaikan fase metamorfosisi sekitar umur 20 hari.

  1. Cara habitat/ hidupnya

Katak pulchra habitat seperti katak pada umumnya dapat ditemukan daerah hujan tropis, padang rumput. Sebagian katak lebih menyukai lingkungan yang lembab seperti danau ataau kolam. Katak ini akan bersembunyi di bawah tanah saat musim kemarau dan akan keluar saat musim hujan untuk berkembang biak dan habitat ada di hutan hujan.

  1. BIAWAK TEGU MERAH (Salvator refescens)
  1. Sistem klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: reptil

Ordo: squamata

Famili: Teiidae

Genus: Salvator

Species: Salvator marianae

Nama latin: Salvator refescens

  1. Sistem pernafasan

Biawak tegu merah memiliki pernafasan yang cukup efisien untuk mendukung aktivitasnya sebagai reptil berukuran besar. Paru- paru tegu merah memiliki struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan paru-paru amfibi. Permukaan dalam paru-paru ini lebih luas, memungkinkan terjadinya pertukaran gas yang lebih efisien. Meskipun tidak memiliki diafragma yang sekompleks mamalia, tegu merah memiliki otot perut yang membantu dalam proses pernapasan. Otot-otot ini berkontraksi dan relaksasi untuk mengubah volume rongga tubuh, sehingga udara dapat masuk dan keluar dari paru-paru. Selain paru-paru, tegu merah juga dapat menggunakan bagian tubuh lainnya untuk membantu proses pernapasan, seperti membuka mulut atau menggerakkan leher. Hal ini sering dilakukan saat aktivitas fisik yang berat. Sistem pernapasan biawak tegu merah merupakan adaptasi yang memungkinkan mereka hidup di berbagai habitat dan melakukan berbagai aktivitas. Pemahaman tentang sistem pernapasan ini penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan tegu merah, baik di alam liar maupun dalam perawatan.

  1. Sistem reproduksi

Biawak Tegu merah berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan dapat menghasilakan 15- 40 butir telur. Setelah perkawinan, tegu merah betina akan mencari dan membuat sarang untuk menyipan telur tersebut dengan masa inkubas berkisar antara 60- 90 hari.

  1. Cara habitat/ hidupnya

Hutan, sabana,dan semak belukar. Tegu merah memiliki cakar tanjam dan kuat yang digunakan untuk menggali dan menciptakan tempat berlindung atau srang untuk bertelur. Tegu merah biasanya memakan buah –buahan, sayuran, serangga, tikus, burung dan telur.


  1. Elang brontok (Nisaetus cirrhatus)
  1. Sistem klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: aves

Ordo: Accipitriformes

Famili: Accipitridae

Genus: Nisaetus

Species: Nisaetus cirrhatus

Nama latin: Nisaetus cirrhatus

  1. Sistem pernafasan

Elang brontok sebagai burung pemangsa yang gesit dan seringkali melakukan penerbangan jarak jauh, memiliki sistem pernapasan yang sangat efisien. Sistem ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk mendukung aktivitas terbang yang berat. Salah satu ciri khas sistem pernapasan burung, termasuk elang brontok, adalah adanya pundi-pundi udara. Organ ini berperan penting dalam menyimpan udara dan memfasilitasi aliran udara yang konstan melalui paru-paru, bahkan saat burung sedang mengepakkan sayap. Paru-paru elang brontok memiliki struktur yang kaku dan tidak mengembang seperti pada mamalia. Aliran udara melalui paru-paru bersifat searah, sehingga efisiensi penyerapan oksigen lebih tinggi.

  1. Sistem reproduksi

Elang ini berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) dan dapat menghasilkan 1-2 buah setiap bertelur. Masa pengeraman berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Sarang berupa tumpukan ranting, dibangun pada percabangan pohon.

  1. Cara hidup/ habitat

Elang ini hidup di daerah hutan terbuka, perkebunan, sabana, dan area permukiman di pinggiran hutan. Elang ini umumnya pendiam, kecuali saat berbiak yang akan mengeluarkan suara seperti peluit. Burung Elang Brontok mengunjungi areal terbuka untuk berburu mangsa dan suka bertengger di pucuk pohon kering atau pohon percabangan terbuka di tepi hutan. Elang ini dapat memakan katak, burung, dan mamalia kecil seperti tikus.

  1. HYENA TUTUL ( Crocuta crocuta)
  1. Sistem klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: mamalia

Ordo: carnifora

Famili: hyaenidae

Genus: crocuta

Species: crocuta crocuta

  1. Sistem pernafasan

Hyena tutul sebagai mamalia karnivora, memiliki sistem pernapasan yang pada dasarnya sama dengan mamalia lainnya, termasuk manusia. Organ utama dalam sistem pernapasan hiena tutul adalah paru-paru. Udara masuk ke tubuh melalui hidung. Di dalam hidung, udara akan disaring, dihangatkan, dan dilembapkan sebelum masuk ke saluran pernapasan. Udara dari hidung akan melewati tenggorokan menuju trakea. Trakea atau batang tenggorokan adalah saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan paru-paru. Trakea bercabang menjadi dua bronkus, yang masing-masing menuju ke paru-paru kiri dan kanan. Di dalam paru-paru, terdapat alveoli, yaitu kantung-kantung udara yang sangat kecil. Di sinilah terjadi pertukaran gas, yaitu oksigen dari udara masuk ke dalam darah, dan karbon dioksida dari darah keluar menuju udara.

  1. Sistem reproduksi

Berekembang biak dengan cara melahirkan ( vivipar) dengan masa kehamilan sekitar 4 bulan. Umumya, betina melahirka 1-4 ekor anakan dengan masa penyapihan sekiatar 14-18 bulan.

  1. Cara hidup/ habitat

Habitatnya ada di gurun, sabana, hutan dan semak belukar. Hyena tutul memiliki ukuran paling besar dibanding dengan hyena lain. Perbedaan dengan jenis hyena lain yaitu di tubuhnya terdapat bintik- bintik berwarna merah. Hyena tutul biasanya memkan burung, telur burung unta, ikan , ular dan mamalia.

Disusun oleh kelompok A6:

  1. Rahmadia harahap ( 23104080010)
  2. Nimas asri handayani ( 23104080015)
  3. Muhamad yusna maulana ( 23104080026)
  4. Laili fauziah ( 23104080036)
  5. Aulia rosiana (23104080040)
  6. Nadia nur’aini (23104080039)