"Serunya Belajar di Alam: Studi Menarik di Gembira Loka Zoo!"
Kelompok 3A (Jihan,Sri,Fretty,Ulfa,Aqil dan Eva)
Mahasiswa Belajar Mengenal Dunia Satwa di Gembira Loka Zoo: Observasi Pisces, Amfibi, Reptil, Aves, dan Mamalia
Kelompok 3A yang beranggotakan Jihan, Sri, Fretty, Ulfa, Aqil, dan Eva memulai studi lapangan mereka di Gembira Loka Zoo dengan penuh antusias. Dengan didampingi oleh Dosen FitriYuliawati, S.Pd.Si., M.Pd.Si.dan Kak Putri Arwinda, S.Pd., mereka melakukan observasi terhadap berbagai kelas satwa, dari Pisces hingga mamalia, dan mendalami perbedaan karakteristik tiap-tiap kelompok.
Di bagian Pisces, kelompok 3A belajar mengenali jenis-jenis ikan dan cara mereka beradaptasi dalam ekosistem perairan. Dengan penuh semangat, mereka mencatat tentang anatomi ikan dan fungsi sirip dalam pergerakan mereka di air. Setelah itu, kelompok ini mengunjungi area amfibi dan mendiskusikan tentang proses metamorfosis katak bersama Kak Putri, yang memandu mereka memahami peralihan hidup amfibi dari air ke darat.
Di area reptil, mereka terkesima melihat komodo dan mempelajari bagaimana reptil ini mampu bertahan di lingkungan keras dengan kemampuan berkamuflase dan teknik berburu yang khas. Saat beralih ke bagian aves, kelompok 3A menikmati pengamatan burung eksotis, mengagumi warna-warni bulu mereka, serta cara mereka membangun sarang dan berkomunikasi.
Observasi terakhir mereka adalah pada kelompok mamalia, di mana Jihan, Sri, Fretty, Ulfa, Aqil, dan Eva mempelajari perilaku sosial dan pola asuh satwa seperti gajah dan monyet. Dosen Fitri memberikan penjelasan tentang struktur sosial dalam kelompok mamalia serta bagaimana cara mereka beradaptasi dengan lingkungannya.
Melalui studi lapangan ini, kelompok 3 A mendapatkan pemahaman langsung dan mendalam tentang dunia satwa. Observasi ini juga menjadi pengalaman yang mengesankan bagi mereka, menambah wawasan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.Berikut spesies hewan yang diamati oleh kelompok3 A :
1. Ikan Channa Maru (Channa maruliodes)
Sistem Klasifikasinya
- Kingdom : Animalia
- Filum : Chordata
- Kelas : Actinopterygii
- Ordo : Perciformes
- Famili : Channidae
- Genus :Channa
- Spesies :C. maruliodes
- Nama Latin/Ilmiah :Channa maruliodes
Sistem Pernafasan
Ikan Channa Maru memiliki sistem pernafasan seperti ikan pada umumnya, memiliki insang yang berfungsi sebagai alat utama untuk pertukaran gas saat berada di dalam air. Insang terdiri dari filamen-filamen halus yang kaya akan pembuluh darah, di sinilah oksigen dari air diambil dan karbon dioksida dilepaskan. Channa Maru juga memiliki labirin yang terletak di atas insang sebagai paru-paru tambahan. Ketika kadar oksigen menurun atau saat berada di luar air, Channa Maru akan naik ke permukaan dan menghirup udara menggunakan mulutnya. Udara yang masuk kemudian dialirkan ke labirin dan terjadilah pertukaran gas, dimana oksigen dari udara diambil dan karbon dioksida dilepaskan.
Sistem Reproduksi
Ikan Channa Maru berkembang biak dengan cara bertelur (Ovipar) dengan musim kawin umumnya terjadi di bulan November. Ikan Channa akan membangun sarangnya di antara tanaman-tanaman untuk meletakkan telur-telurnya. Setelah menetas, anakan ikan Channa Maru akan berenang dengan ditemani induknya.
Cara hidup/Habitatnya
Ikan Channa Maru termasuk ke dalam Karnivora, memakan berbagai jenis mangsa seperti udang, ikan-ikan kecil, serangga, larva, dan cacing. Kebiasan berburu mereka biasanya dilakukan dengan cara menyergap. Ikan Channa Maru merupakan jenis ikan tropis. Habitat ikan Channa di alam adalah perairan umum berupa rawa banjiran. Perairan rawa banjiran (floodplain) merupakan dataran rendah di tepi sungai yang tergenang ketika air sungai meluap (saat musim penghujan). Mempunyai kebiasaan hidup liar di rawa-rawa atau sungai berarus lambat.Ikan Channa merupakan ikan yang mampu hidup di perairan dengan karakteristik pH asam, oksigen terlarut relatif rendah, dan CO2 tinggi. Ikan Channa mampu beradaptasi di lingkungan yang mempunyai kandungan humus yang tinggi yang berasal dari gambut. Daerah tersebut merupakan hutan rawa yang padat dengan tumbuhan air yang didominasi oleh tumbuhan suku Graminae. Namun demikian, ikan Channa ini mampu beradaptasi di berbagai perairan air tawar baik kolam, danau, sungai, rawa, dan waduk.
Fakta Unik
Ikan Channa Maru mengalami tiga fase warna selam hidupnya yaitu hitam kebiruan coklat dengan perut warna putih, dan yang terakhir berwarna kuning dengan corak kehitaman dan putih.
2. Kakatua Galah (Eolophus roseicapilla)
Sistem Klasifikasi
- Kingdom : Animalia
- Filum : Chordata
- Kelas : Aves
- Ordo : Psittaciformes
- Famili : Cacatuidae
- Genus :Eolophus Bonaparte, 1854
- Spesies :E. roseicapilla
- Nama Latin/Ilmiah :Eolophus roseicapilla
Sistem Pernafasan
Mekanisme pernapasan pada burung atau aves terbagi menjadi dua, yaknisaat sedang beristirahat dan saat sedang terbang. Pada waktu beristirahat, burung bernapas menggunakan paru-paru. Sedangkan, pada waktu terbang, burung bernafas menggunakan kantong-kantong udara. Hal tersebut dikarenakan saat mengepakkan sayap, gerakan otot sayap akan menekan paru-paru, sehingga akan menghambat masuknya udara.
Sistem Reproduksi
Burung kakaktua galah merupakan burung yang berasal dari Australia. Burung ini memiliki panjang sekitar 34-38 cm dengan berat antara 270-350 gr dan masa hidup bisa mencapai 40 tahun. Burung kakaktua galah biasanya memakan biji-bijian, buah, dan sayuran. Habitat asli burung ini yaitu disemak belukar. Warna burung kakatua galah adalah kombinasi dari beberapa warna yang khas. Warna total burung kakatua galah adalah campuran antara abu-abu pucat, pink, dan merah. Kakatua galah merupakan hewan yang memproduksi banyak debu, hal ini digunakan mereka untuk menjaga bulu mereka tetap sehat.
Cara hidup/Habitatnya
Burung kakaktua galah merupakan burung yang berasal dari Australia. Burung ini memiliki panjang sekitar 34-38 cm dengan berat antara 270-350 gr dan masa hidup bisa mencapai 40 tahun. Burung kakaktua galah biasanya memakan biji-bijian, buah, dan sayuran. Habitat asli burung ini yaitu disemak belukar. Warna burung kakatua galah adalah kombinasi dari beberapa warna yang khas. Warna total burung kakatua galah adalah campuran antara abu-abu pucat, pink, dan merah. Kakatua galah merupakan hewan yang memproduksi banyak debu, hal ini digunakan mereka untuk menjaga bulu mereka tetap sehat.
Fakta Unik
Fakta unik kakaktua galah terlihat unik dengan perpaduan warna bulunya, pink, dan abu-abu membuatnya terlihat menawan.
3. Kodok Bangkong Banyu(Bufo melanostictus)
Sistem Klasifikasi
- Kingdom : Animalia
- Filum : Chordata
- Kelas : Amphibia
- Ordo : Anura
- Famili : Bufonidae
- Genus:Bufo
- Spesies:B. melanostictus
- Nama Latin/Ilmiah :Bufo melanostictus
Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan kodok bangkong banyu menggabungkan dua mekanisme utama : dan.Di daratan, kodok ini mengandalkan paru-parunya untuk bernafas. Paru-paru kodok berfungsi untuk menghirup udara, meskipun strukturnya lebih sederhana dan tidak sekompleks paru-paru pada mamalia. Ketika berada di lingkungan yang lembap atau di air, kodok memanfaatkan kulitnya yang lembap untuk melakukan . Kulit kodok dapat menyerap oksigen langsung dari air dan melepaskan karbondioksida melalui proses difusi. Kondisi kulit yang selalu basah sangat penting untuk memastikan proses respirasi ini berjalan efektif, terutama saat mereka berada di air.
Sistem Reproduksi
Kodok bangkong banyu berkembang biak dengan cara dan melakukan,yaitu pembuahan terjadi di luar tubuh betina. Pada musim hujan, betina yang berukuran lebih besar dari jantan akan menuju perairan untuk kawin. Selama proses ini, betina tampak seperti menggendong jantan di punggungnya, dalam posisi yang disebut , di mana jantan memegang erat betina. Pada awalnya Kodok jantan akan mengeluarkan untuk menarik perhatian betina. Setelah betina merespon, jantan naik ke punggungnya dan betina mengeluarkan ke air. Jantan kemudian membuahi telur tersebut di air. Musim hujan dan kondisi lembap sangat penting untuk mendukung perkembangan dan yang nantinya akan mengalami menjadi kodok dewasa. Kodok bangkong banyu memiliki berat tubuh sekitar dengan panjang mencapai . Mereka dapat hidup antara . Kodok ini berasal dari , terutama di wilayah dan , serta ditemukan juga di .
Cara hidup/Habitatnya
Kodok bangkong banyu biasanya hidup di seperti sawah, kolam, rawa, sungai, dan hutan. Mereka menyukai area yang dekat dengan atau . Kodok ini bisa beradaptasi di berbagai lingkungan, baik basah maupun kering, asalkan ada akses ke air. Untuk menjaga kelembapan tubuh, mereka sering bersembunyi di bawah dedaunan, batu, atau tanah basah. Kodok bangkong banyu adalah , yang lebih aktif di malam hari. Pada siang hari, mereka bersembunyi di tempat-tempat teduh dan lembap. Sebagai , mereka memakan serangga, cacing, siput, laba-laba, dan kadang hewan kecil lain seperti ikan kecil atau katak. Saat musim hujan tiba, yang merupakan , kodok jantan akan memanggil betina dengan suara khas. Betina kemudian akan bertelur di air tenang, dan telur-telur ini akan menetas menjadi kecebong yang tumbuh menjadi kodok dewasa.
Fakta Unik
Kodok bangkong banyu adalah hewan yang hidup di lingkungan lembab, seperti kolam dan rawa. Mereka memiliki warna bervariasi untuk berkamuflase dan menghasilkan suara khas saat kawin. Kodok ini dapat bernapas melalui kulitnya, dan reproduksi terjadi di air, di mana telur menetas menjadi kecebong. Sebagai predator serangga, mereka membantu mengendalikan populasi serangga dan menjadi mangsa bagi hewan lain. Keberadaan mereka juga menandakan kesehatan ekosistem, sehingga kodok bangkong banyu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbanganlingkungan.
4. Kucing Bakau (Prionailurus viverrinus)
Sistem Klasifikasi
- Kingdom : Animalia
- Filum : Chordata
- Kelas : Mamalia
- Ordo : Carnivora
- Famili : Felidae
- Genus :Prionailurus
- Spesies :P. viverrinus
- Nama Latin/Ilmiah :Prionailurus viverrinus
Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan Kucing Bakau, seperti mamalia darat lainnya, menggunakan paru-paru sebagai organ utama. Kucing ini bernapas dengan mengambil oksigen dari udara melalui hidung, yang kemudian melewati trakea dan mencapai paru-paru, tempat pertukaran gas terjadi. Meski hidup di lingkungan perairan, kucing bakau tidak memiliki kemampuan pernapasan di bawah air, sehingga mereka bergantung sepenuhnya pada udara untuk bertahan hidup. Mereka mampu berenang dengan baik, namun tetap harus muncul ke permukaan untuk bernapas.
Sistem Reproduksi
Kucing bakau bergerak dengan cara melahirkan (ovipar). Musim kawin terjadi pada bulan Januari hingga Februari dengan masa bunting Kucing bakau berlangsung selama 60 hingga 70 hari dan mampu melahirkan 1 hingga 4 ekor anak.
Cara hidup/Habitatnya
Sebagai karnivora, kehidupan kucing sangat tergantung pada satwa lain yang menjadi mangsanya. Tanpa adanya keragaman dan kelimpahan jenis satwa mangsa yang dapat mendukung kehidupan mereka, masing-masing jenis kucing tersebut tentu tidak akan dapat bertahan hidup.Lahan basah seperti rawa, bakau, atau hutan terdekat perairan merupakan habitat kucing ini. Kucing bakau hidup soliter dan merupakan hewan nocturnal (hewan malam hari). Masa hidup kucing ini berkisar 12 tahun. Kucing ini merujuk pada kegemaranya dalam berburu ikan sebagai utamanya sesuai dengan namanya ini. Di mana dalam berburu, ia sering menyambar ikan – ikan yang berada di perairan yang dangkal hingga sesekali berenang dan menyelam ke dalam air. Selain itu ia juga memangsa hewan air lainnya seperti katak, unggas air, dan udang, serta binatang darat seperti tikus, burung, ular, dan bahkan anak rusa.
Fakta unik
Kucing Bakau dijuluki “Fishing Cat” karena suka menangkap dan memakan ikan. Jari kakinya yang sedikit berselaput membuatnya lincah saat berenang dan menyelam di perairan untuk memburu buruannya. Diantara sela-sela jari Kucing Bakau terdapat selaput yang memudahkannya untuk bergerak ketika berada di perairan. Berbeda dengan kebanyakan kucing hutan lainnya, kucing kecil bercorak totol meman tidak didukung bukti otentik. Hewan ini sangat menyukai perairan, khususnya daerah pantai. Iapun dikenal piawai memburu ikan dan satwa perairan lainnya untuk dimangsa. Kucing hutan berukuran antara 75-86 cm dengan berat 6-12kg yang hidup dan tersebar di daerah India, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, dan Indonesia.
5. Viper Blue Insularis (Trimeresurus insularis)
Sistem Klasifikasi
- Kingdom : Animalia
- Filum :Chordata
- Kelas :Reptilia
- Ordo :Squamata
- Famili :Viperidae
- Genus :Trimeresurus
- Spesies :T.insularis
- Nama Latin/Ilmiah :Trimeresurus insularis
Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan Viper Blue Insularis sama seperti jenis ular lainnya, yaitu menggunakan paru-paru. Viper Blue insularis bernapas seperti manusia melalui 2 lubang hidungnya dan juga bisa melalui mulutnya. Viper Blue Insularis memiliki Glotis yaitu bagian tubuh dari ular yang terhubung ke trakea, tenggorokan yang memungkinkan udarayang dihirup dapat mengisi paru-parunya. Glotis berada di bagian bawah mulut ular dan hanya terbuka ketika ular melakukan kegiatan menghirup. Viper tidak memiliki diafragma sehingga viper bernafas menggunakan oksigen langsung menuju paru-paru, ia mengandalkan tulang rusuknya sebagai jalan keluar masuknya oksigen yang didapatnya. Oksigen akan disaring oleh paru-paru dan diedarkan oleh darah.
Sistem Reproduksi
Viper Blue Insularis berkembang biak dengan cara ovovivipar, dimana betina akan menyimpan dan menetaskan telurnya di dalam tubuh, lalu keluar sebagai anakan sehingga tampak seperti ular tersebut melahirkan anaknya. Sekali menetas Viper Blue Insularis dapat menghasilkan 10-25 butir telur.
Cara hidup/Habitatnya
Habitat Viper Blue Insularis ini di tempat yang lembab seperti sungai, kolam, danau, tepi pantai dan rawa-rawa. Oleh karena itu makanannya pun tidak jauh dari habitatnya yaitu ikan, katak, udang, dan siput. Masa hidup Viper Blue Insularis ini sekitar 3-9 tahun. Viper Blue Insularis memiliki racun bisa yang sangat tinggi dengan kandungan hemotoksin yang dapat merusak sel darah merah, mengganggu pembekuan darah, dan menyebabkan kerusakan jaringan dan organ.
Fakta Unik
Viper Blue Insularis memiliki beberapa variasi warna tubuh yaitu hijau terang, terkadang berwarna zaitun dan ada juga yang biru. Hewan ini memiliki panjang 60-240 cm dan beratnya 50-200 gram. Berbeda dengan hewan lain, Viper Blue Insularis aktif di malam hari. Ketika siang hari mereka bersembunyi di semak-semak dengan menyatu dengan alam untuk menghindari predator