Asesmen Pembelajaran di Era New Normal

Webinar Nasional Kolaborasi HMPS PGMI dengan Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ikatan Alumni PGMI serta PD-PGMI Jateng dan DIY memasuki sesi ke-9, dengan tema “Asesmen Pembelajaran di Era New Normal” yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2020 pukul 09.00-12.00 WIB via Zoom.

Webinar sesi 9 ini menghadirkan 2 keynote speaker: Dr. Wuri Wuryandani, S.Pd, M.Pd selaku Sekprodi PGSD UNY dan Dr. Das Salirawati, M.Si selaku Dosen Pendidikan Kimia UNY. Selain itu, webinar kali ini menghadirkan 3 narasumber: Minzani Aufa, M.Pd dari UM Magelang sebagai narasumber pertama, Mike Dewi Kurniasih, M.Pd dari UIN Sunan Kalijaga sebagai narasumber kedua, dan Inggit Dyaning W, M.Pd dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai narasumber ketiga.

Indonesia saat ini sedang memasuki era New Normal, dan untuk meminimalisir penyebaran covid-19 pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring. Walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring, asesmen (penilaian) pembelajaran harus tetap dilakukan. “Dalam Pemendikbud RI No. 23/ 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, penilaian diartikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, baik penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan Pemerintah”, ujar Dr. Das Salirawati, M.Si sebagai keynote speaker.

Mayoritas masyarakat menganggap bahwa asesmen pembelajaran merupakan akhir dari suatu pembelajaran, namun hal tersebut tidak benar. “Assesmen bukan merupakan akhir dari suatu pembelajaran tetapi asesmen ini adalah awal untuk menentukan feedback untuk bisa memperbaiki hasil capaian yang dicapa siswa tersebut”, ungkap Mike Dewi Kurniasih, M.Pd sebagai narasumber kedua.

Adapun tujuan dari asesmen pembelajaran, Minzani Aufa, M.Pd sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa, terdapat lima tujuan asesmen pembelajaran, yaitu: mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, mengetahui ketuntasan penguasaan kompetensi, menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi, memperbaiki proses pembelajaran, dan menyusun laporan capaian kompetensi peserta didik secara objektif, akuntanbel, dan informatif.

Adapun aspek yang dinilai antara lain: aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dr. Wuri Wuryandani, S.Pd, M.Pd selaku keynote speaker menjelaskan bahwa penilaian aspek sikap dapat dilakukan melalui non test, dapat berupa wawancara, skala sikap, penilaian diri, dan observasi. Penilaian aspek pengetahuan dapat dilakukan dengan test yang berupa uraian, isian, melengkapi, true-false test, multiple choice, dan menjodohkan (matching test). Sedangkan penilaian aspek keterampilan dapat dilakukan melalui non test berupa penilaian kinerja dan penilaian produk.

Mengamati kondisi saat ini yang sedang dilanda pandemi covid-19, dalam melakukan penilaian hasil belajar, guru dituntut dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Guru dapat menggunakan beberapa aplikasi dan fitur yang tersedia dalam smartphone. “Terdapat fitur-fitur yang dapat mensuport test antara lain: Google Form, Quizziz, Edubox, Kahoot, dan Whatsapp,” ungkap Inggit Dyaning W, M.Pd sebagai narasumber ketiga.

Pentingnya asesmen pembelajaran di era New Normal ini tentu mengundang antusias dari berbagai kalangan. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pendaftar pada webinar sesi 9 ini yang mencapai 791 orang. (Tsaqifa Taqiyya Ulfah)